Kamis, 15 September 2016




KELOMPOK 4

1.     Mariana Nur Hasanah
2.     Muhammad Nurul Hidayah
3.     Muhammad Rizki Fajarohim
4.     Nadella Fildzania Alamda
5.     Nadia Kiki Amelia
6.     Neneng Sri Nurjanah
7.     Nining Nurwahidah
8.     Nur Syifa Alwieyah



JURUSAN D-III KEPERAWATAN GIGI
POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2016







A.   Sejarah

AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.
Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara. HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata.

B.   Pengertian
Istilah HIV telah digunakan sejak 1986 (Coffin et al., 1986) sebagai nama untuk retrovirus yang diusulkan pertama kali sebagai penyebab AIDS oleh Luc Montagnier dari Perancis, yang awalnya menamakannya LAV (lymphadenopathy-associated virus) dan oleh Robert Gallo dari Amerika Serikat, yang awalnya menamakannya HTLV-III (human T lymphotropic virus type III).
HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama CD4+ Sel T dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.
Dewasa ini AIDS (Acquired Immunodieficiency Syndrome ) yang disebabkan oleh human imunodifeciency virus (HIV) merupakan pandemik dii seluruh dunia, terutama dengan terlibatnya negara di dunia .Penularan HIV dapat melalui pasangan seksnya(semen, cairan vagina), melalui darah, (jarum yang terkontaminasi, transfusi), atau melalui kelahiran (dari seorang ibu yang terkena infeksi).
C.   Kaitannya kesehatan gigi dan mulut dengan hiv
Kaitan kesehatan gigi dan mulut dan infeksi  HIV adalah bahwa pengetahuan mengenai infeksi HIV telah menjadi syarat penting bagi profesional yang bertanggung jawab terhadap perawatan kesehatan mulut, peranan tersebut dapat dilihat dari hal sebagai berikut:
Bahwa individu yang terinfeksi HIV secara aktif  berkonsultasi dan mengusahakan perawatan kesehatan mulut, dan sering kali penderita atau pasien tidak menyadari dirinya dalam keadaan terinfeksi, namun perawatan harus tetap diberikan. Hal ini merupakan resiko bagi profesional di bidang kesehatan gigi dan mulut.

D.  Manifestasi HIV pada rongga mulut
 Pasien yang terinfeksi HIV juga memperlihatkan manifestasi klinis di rongga mulutnya, yang dapat menunjukkan tanda awal dari infeksi HIV. Ada banyak pendapat mengenai pengklasifikasian manifestasi rongga mulut, diantaranya EC-Clearinghouse yang membagi klasifikasi lesi oral yang berhubungan dengan infeksi HIV menjadi tiga grup:
1.     Grup I : Lesi yang sering muncul pada infeksi HIV-Kandidiasis
o Erytematous
o Pseudomembranous
- Oral Hairy Leukoplakia
- Linear Gingivitis Erythema
- Necrotising (ulcerative) gingivitis
- Sarkoma Kaposi
- Non-Hodgkin’s Lymphoma
2.     Grup II : Lesi yang kadang muncul pada infeksi HIV
-Bacteria infection
o Mycobacterium avium intercellulare
o Mycobacterium tuberculosis
     - Melanotic Hyperpigmentation
     - Necrotising (ulcerative) stomatitis
     - Penyakit kelenjar saliva
o Mulut kering akibat berkurangnya suplai saliva
o Pembengkakan unilateral atau bilateral dari kel.saliva mayor
    - Trombositopenia purpura
    - Ulcerasi NOS (Nor Otherwise Specified)
    - Infeksi virus
o Virus herpes simpleks
o Human Papilloma Virus (HPV)
o Condyloma acuminatum
o Verruca vulgaris
    - Varicella –Zoster virus
3.     Grup III : Lesi yang jarang muncul pada infeksi HIV
o Infeksi bakteri
o Actinomyces israelii
o Escherchia coli
    - Epitheloid (bacilary) angiomatosis (cat-strach disease)
    - Reaksi obat (ulcerative, erythema multiforme, dll)
    - Infeksi jamur selain kandidiasis
    - Neurologic disturbances
    - Recurrent Apthous stomatitis
    - Infeksi virus
o Cytomegalovirus
o Molluscom contagious
E.   Gejala umum dan gejala awal virus HIV pada rongga mulut
Orang yang terkena infesi HIV sering tidak menunjukan gejala-gejala untuk jangka waktu lama dan tidak menyadari diri sebagai yang terinfeksi atau sebagai pembawa virus (Carrier ). Sebagian besar orang yang terkena HIV, maka virus tersebut akan menetap seumur hidup dan berkembang menjadii AIDS, dengan masa inkubasi kurang lebih 8 tahun. Beberapa di mulai dengan penyakit retrovirus self limiting tanpa gejala, kemudian diikuti masa dengan gejala, akhirnya pada tahap akhir berkembang menjadi AIDS dengan infeksi oprtunistik dan keganasan-keganasan spesifik sampai dengan kematian.
Di bawah ini ada beberapa gejala awal virus HIV yang bisa Anda deteksi melalui rongga mulut, yaitu sebagai berikut:
1.     Lesi atau luka yang muncul di dalam bagian rongga mulut yang terkait HIV
Gejala awal virus HIV yang memang sering kali muncul di bagian rongga mulut umumnya seperti lesi atau bahkan seperti luka. Untuk jenis luka tersebut diantaranya yaitu Papiloma, Citomegalovirus, infeksi  infeksi Varicella Zoster, Stomatitis nekrotika, Sarkoma Kaposi, infeksi virus Herpes Simpleks, ulserasi aftosa, Oral Hairy leukoplakia, Stomatitis nekrotika, Sarkoma Kaposi, penyakit periodontal HIV, Kandidiasis, serta infeksi  infeksi Varicella Zoster.
2.     Kondisi lesi yang ada di dalam mulut sebagai gejala awal terjadinya infeksi HIV
Dari beberapa jenis luka serta lesi yang muncul di bagian rongga mulut yang diakibatkan oleh terjadinya infeksi virus HIV, ada salah satu jenis penyakit yaitu Oral Hairy Leukoplakia yang terjadi pada pasien yang menderita penyakit HIV.
Kondisi OHL yang ada di dalam mulut umumnya akan muncul di bagian lidah, dan biasanya muncul di bagian samping. Hal ini bisa saja terjadi terhadap satu atau bahkan di bagian kedua sisi, bahkan terkadang bisa pula muncul di bagian lidah atas dan bisa muncul di mulut bagian langit-langit.
Biasanya lesi OHL ini berwarna putih serta bisa memiliki ukuran yang sangat kecil namun lesi yang muncul tersebut juga bisa berkumpul hingga menutupi permukaan lidah. Untuk bentuk lesi ini sendiri tidak begitu teratur, agak sedikit menonjol serta permukaan yang yang memiliki gelombang yang menyerupai karpet yang memiliki bulu kasar.
F.    Cara penularan
Penyebaran individu-individu yang terinfeksi HIV diseluruh dunia bebeda-beda, hal ini  dipengaruhi  lamanya virus itu terjangkit, kebiasaan, adat istiadat, sosial ekonomi, pendidikan dan politik  yang ada di suatu negara. pada negara berkembang seperti Indonesia umumnya karena pelacuran,, rendahnya penggunaan teknik-teknik pencegahan, penyakit-penyakit kelamin, pecandu obat bius dengan suntikan intravena, dan persetubuhan melalui anus. Hampir semua semua penderita yang terinfeksi HIV meninggal dalam waktu dua tahun setelah dignosa  AIDS ditegakkan, namun ada beberapa individu yang dapat bertahan lama  dalam hal ini dipengaruhi oleh usia, suku bangsa, golongan beresiko, lamanya infeksi HIV, namun yang terpenting adalah karena sikap atau tingkah laku dengan merubah kebiasaan yang merugikan, melakukan aktivitas seksual yang terlindung, dan menjauhi penyalahgunaan narkotika

G.   Cara pencegahan
1.     Teknik pencegahan sebagai operator
a.     Penggunaan sarung tangan pada semua kontak dengan penderita (sarung tangan baru bagi setiap penderita/pasien)
b.     Pelindung mata
c.      Masker dalam setiap pelayanan
d.     Sterilisasi panas dan penggunaan cairan desinfektan yang tepat dapat memberi perlindungan yang memadai
e.      Melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP
f.       Ikuti petunjuk pabrik, perhatikan suhu, keawetan, waktu kadaluarsa terhadap pengadaan dan penggunaan anti infeksi
g.     Pencegahan kontaminasi silang, mencakup perawatan alat dan peralatan rumah tangga, menggunakan barang barang disposible, hati-hati dalam pengambilan radiografi, peraturan pembuangan sampah baik medis dan non medis dan penanganan cetakan model gigi dengan cermat
h.     Perhatikan teknik-teknik pembuanagan jarum, perlindungan terhadap pemakaian peralatan, cara membersihkan dan bagaimana menangani barang yang tertumpah
2.     Teknik pencegahan sebagai pasien
a.     Pemeriksaan medis/gigi secara berkala dapat mencegah masalah mulut yang berat
b.     Menyikat gigi dua atau tiga kali sehari diusulkan untuk memastikan kesehatan mulut dan gigi.
c.      Hindari merokok. Perokok lebih mungkin mengalami infeksi pada mulut dibandingkan dengan non-perokok.



DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar